Ada 5 orang dari Jakarta yang berangkat menuju Cirebon, yang sering juga disebut kota udang, adalah saya sendiri Yofie Setiawan, Maria Fransiska, Henri, Fabio Crovan, dan Angela Widjaja. Sementara 2 yang lainnya yang merupakan bagian dari Koordinator Distrik Jakarta namun juga penghuni asli Cirebon adalah Ingram Lumanta dan Freddy Kudaya. Syukurlah waktunya tepat sekali Antiokhia Cirebon mengadakan FU1 WEA7 tepat setelah acara besar Perayaan 25 Tahun Antiokhia Indonesia, Sparta (Silver Party of Antiokhia) baru saja selesai, dan tentunya rekan-rekan Antiokhers Cirebon hadir juga di acara tersebut didampingi oleh Papi Mami. Akhirnya kami semua berangkat dengan bersemangat dengan menggunakan Kereta Api Cirebon Ekspress (Cireks). Semuanya kelihatan begitu bersemangat karena merupakan pengalaman pertama bagi ke-5 orang dari Jakarta tersebut menaiki Kereta Api. Pada hari Jumat 29 Juli 2011, saya berangkat bersama Henri dan Freddy, kemudian esoknya Fabio, Ella, dan Maria menyusul.

Setibanya di lokasi acara yaitu Villa Palo Alto di Kuningan, kami semua langsung melihat begitu banyaknya teman-teman Antiokhers Cirebon yang ikut serta meramaikan FU1 WEA7 tersebut. Tidak hanya Antiokhers yang masih tinggal secara khusus di Cirebon yang hadir di situ, namun juga hadir teman-teman Antiokhers yang juga sejatinya kuliah di luar kota, mereka menyempatkan diri untuk ikut hadir di FU1 WEA7 Antiokhia Cirebon. Dan juga turut hadir beberapa teman-teman Antiokhers baru dari Tasikmalaya.
Meskipun selama ini jarak memisahkan jauh antara Jakarta - Cirebon, namun ternyata semuanya punya semangat dan keceriaan yang sama persis dengan teman-teman Antiokhers di Jakarta, dan hal ini yang membuat kami cepat membaur berkumpul bersama teman-teman Antiokhers Cirebon.
Di hari pertama, acara yang telah dimulai dari siang hari tersebut yang dibuka dengan 2 buah presentasi yang dipersembahkan oleh Antiokhers Cirebon sendiri. Sampai pada acara puncak pada malam harinya digelar acara seru yaitu acara yang disebut Antiokhia Awards. Teman-teman Antiokhia Cirebon sudah mempersiapkan banyak video lucu yang mereka rekam sebelumnya, dan kemudian dipertontonkan kepada para Antiokhers yang hadir dan membuat banyak di antaranya terpingkal-pingkal menyaksikan video tersebut. Setelah itu acara ditutup dengan Renungan Malam yang dibawakan oleh Papi Gunawan Irwanto didampingi oleh Mami Tiffany. Lewat Renungan Malam, papi mencoba mensharingkan pengalaman imannya untuk dibagiakan ke antiokhers-antiokhers muda. Selepas renungan malam memang seharusnya semua sudah beristirahat untuk mempersiapkan tenaga agar besok punya cukup tenaga untuk mengikut rangkaian kegiatan. Namun seperti bisa diduga, antiokhers-antiokhers yang sudah lama tidak berkumpul bersama ini pasti memuaskan kerinduan mereka di malam tersebut, ada yang sekedar ngobrol seru, bernyanyi, dsb.

Di hari kedua, dimulai dengan olahraga pagi bersama, juga bermain games Sepakbola Pasangan, yang mana setiap pemain harus bergandengan dengan pasangannya sepanjang permainan. Lalu setelah makan pagi bersama, acara langsung dilanjutkan dengan Outbound yang permainannya seputar basah-basahan tentunya. Dan memang seperti tradisi lama, bahwa setiap acara FU pasti akan seru dengan yang namanya basah-basahan. Begitu jelasnya tradisi sampai ada 1 fotografer yang mengabadikan kegiatan ini melalui kamar di balik jendela kaca sambil mengunci pintu kamar, karena khawatir ikut menjadi korban "Teh Celup".

Dan akhirnya acara ditutup dengan misa bersama dan dilanjutkan dengan Pemilihan Koordinator Paroki yang baru, yang akhirnya terpilihlah Limbong dan Dewi sebagai KoorPar Antiokhia yang baru, menggantikan Koordinator Paroki sebelumnya yaitu Hary dan Egi. Semoga Limbong dan Dewi bisa menjadi pemimpin sekaligus pelayan yang baik bagi teman-teman Antiokhers di Cirebon.

Setelah itu para panitia dan rekan-rekan Antiokhers Jakarta di ajak makan bersama di rumah makan Alinda yang cukup terkenal di Kuningan. Setelah bersantap bersama, rekan-rekan Antiokhers Jakarta menyampaikan berpamitan dengan Papi Mami, dan juga teman-teman Antiokhers Cirebon, tentunya setelah saling bertukar nomor kontak seperti pin bbm, no hp, email, fb, twitter, dsb.
Senang sekali bisa hadir di acara FU1 WEA7 Antiokhia Cirebon, kami senang sekali mendapatkan sambutan hangat luar biasa meskipun kami baru saja mengenal teman-teman Antiokhers Cirebon. Meskipun jarak jauh memisahkan, namun semangat dan kecintaan pada komunitas katolik ini tidak jauh berbeda. Semoga kami bisa hadir lagi di acara lain dari Antiokhia di Cirebon.
Related Pictures :
- Antiokhia Jakarta to Cirebon - July 31, 2011 by Yofie Setiawan
- Geng Asik Visited Antiokhia Cirebon by Ingram Lumanta
- Antiokhia Distrik Goes to Cirebon by Angela Widjaja
- Quality Trip to Cirebon by Maria Fransiska
Kata Antiokhia berasal dari nama sebuah kota di ASia Kecil di mana Gereja Perdana lahir. Jadi gerakan Antiokhia ini mengambil teladan Gereja Perdana. Week End adalah ujung tombak penyebaran dan pembinaan untuk kaum muda supaya mau membuka dan membekali diri dengan bekal rohani yang mendalam untuk menjadi garam dan terang dunia. Antiokhia merupakan kelompok kategorial berbasis paroki yang mengambil bagian dalam pelayanan gereja lewat gerakan pembinaan iman dan kepribadian kaum muda. 
