Pada hari pelaksanaan, paroki MBK yang merangkap sebagai tuan rumah, dikejutkan dengan animo Antiokhers dari berbagai paroki sangat tinggi, bahkan rombongan pendukung dari Antiokhia Gading datang lebih awal dari jadwal untuk me-'merah'-kan lapangan futsal dengan kostum mereka. Tidak lama setelah itu, baik peserta maupun penonton memasuki area untuk bersama-sama berdoa dan membuka perhelatan Antiokhia Cup yang telah dinanti-nanti dengan tiupan peluit panjang dari Kinara.

Dari cabang olahraga futsal, banyak pertandingan sengit memperebutkan posisi juara antara Paroki Trinitas, MKK, MBK, Kalvari dan Gading. Ketatnya pertandingan membuahkan tepuk tangan meriah dari semua Antiokhers yang hadir ditempat kejadian. Para pemain-pun serasa mendapat angin segar dengan keriuhan yang dibuat oleh "anggota ke-6" mereka sehingga banyak tendangan apik hasil kerja sama yang indah tidak pelak membuahkan gol-gol cantik. Pada akhirnya, dengan perolehan gol yang diatas angin, paroki Trinitas sukses membawa pulang piala juara 1 untuk futsal. Ditempat kedua, MKK yang berkostum ungu menduduki posisi juara 2 dengan selisih gol yang sangat tipis dari MBK yang harus puas membawa pulang piala juara 3.

Euforia serupa juga terjadi pada setiap pertandingan basket yang diikuti oleh seluruh paroki, bahkan sampai ada yang mengirimkan dua tim basket yang tampaknya telah dipersiapkan dengan baik. Tim panitia yang terpecah dua karena harus mengendalikan situasi di dua lapangan sekaliguspun sempat larut terbawa dengan riuhnya tepuk tangan & jeritan dukungan para supporter yang membludak disetiap sisi lapangan basket SMPK Sang Timur.

Namun sayang, menjelang siang, hujan rintik-rintik mulai turun dan lapangan basket yang hanya beralaskan langit mulai basah. Karena tim panitia mempertimbangkan keselamatan pemain, maka pertandingan basket ditunda sampai hujan yang mengguyur berhenti. Kekosongan waktu ini bertepatan dengan jadwal pertandingan yell-yell supporter. Maka satu per satu paroki yang telah mempersiapkan diri maju & meneriakkan yell-yell untuk mendukung tim kebanggaan mereka. Cabang ini dimenangkan oleh Antiokhia Gading yang membawa puluhan personelnya untuk bergaya unik dan kompak. Sekitar 2 jam kemudian, barulah hujan mereda dan pihak panitia segera menggelar koran-koran untuk mengeringkan genangan air dilapangan basket dibantu beberapa Antiokhers yang berbesar hati untuk membantu.

Setelah beberapa kali lapangan dimainkan oleh tim panitia & gabungan tim basket dari berbagai paroki, barulah lapangan dinyatakan siap untuk menggelar pertandingan basket selanjutnya. Semakin sore, pertandingan semakin panas karena gelar juara semakin dekat. Satu demi satu tim gugur karena keunggulan tim lawannya dan akhirnya tim basket putra dari Gading 1 merebut juara 3. Dilain pihak, cabang basket putri, yang tiap pertandingannya juga tidak kalah ketat & semarak karena teriakan pendukung masing-masing tim, terisi oleh MKK sebagai juara 1 dan menyisakan juara 2 serta juara 3 untuk ditempati oleh dua tim basket dari Trinitas.

Meskipun suasana kian gelap karena menjelang malam, pertandingan final basket putra yang mempertemukan tim basket Gading 2 dan Trinitas 1 tetap diadakan meski dengan bantuan dua orang wasit. Setelah babak pertama selesai dengan keunggulan 10-8 untuk tim Gading 2, tim panitia berunding dengan sejumlah pihak terkait untuk membahas kemungkinan dinyalakannya lampu penerangan untuk melanjutkan babak kedua final yang sangat ketat ini. Sayangnya perundingan tidak menghasilkan titik temu yang diharapkan, sehingga pihak panitia memberikan opsi untuk kedua tim yang telah bertanding dengan sangat baik ini untuk berdiskusi karena pertandingan tidak lagi dapat dilanjutkan untuk memperebutkan posisi juara 1. Dibantu Papi Darius sebagai penengah, kedua tim saling berbesar hati dan sepakat bahwa piala juara 1 akan diangkat oleh kedua tim bersama-sama pada penyerahan piala juara pada penutup acara.

Pada akhirnya, acara Antiokhia Cup ditutup dengan ucapan selamat untuk para pemenang dari tim panitia, doa bersama dan saling bersalaman antar tim panitia, pemain & para Antiokhers yang masih setia mendampingi tim pilihannya. Antiokhia Cup kali ini sukses mempersatukan Antiokhers dari berbagai pelosok Jakarta, yang berharap dapat bertemu lagi pada acara-acara berikutnya.

Berikut adalah juara Antiokhia Cup (16.01.11) tiap kategori :
Yell-yell supporter : @ Gading
Futsal 1 : Trinitas
Futsal 2 : MKK
Futsal 3 : MBK
Basket cewe' 1 : MKK
Basket cewe' 2 : Trinitas 1
Basket cewe' 3 : Trinitas 2
Basket cowo' 1 : Gading 2
Basket cowo' 2 : Trinitas 1
Basket cowo' 3 : Gading 1



Kata Antiokhia berasal dari nama sebuah kota di ASia Kecil di mana Gereja Perdana lahir. Jadi gerakan Antiokhia ini mengambil teladan Gereja Perdana. Week End adalah ujung tombak penyebaran dan pembinaan untuk kaum muda supaya mau membuka dan membekali diri dengan bekal rohani yang mendalam untuk menjadi garam dan terang dunia. Antiokhia merupakan kelompok kategorial berbasis paroki yang mengambil bagian dalam pelayanan gereja lewat gerakan pembinaan iman dan kepribadian kaum muda. 
