Bertepatan dengan tanggal 10 Juli ini, 24 tahun lalu Week End perdana di adakan pertama kali di Indonesia. Pertama Week End Antiokhia dibawa oleh Pastor Peter Stoll OMI, yang saat ini masih aktif dan sangat sehat berkarya di Gereja Trinitas Paroki Cengkareng, yang kebetulan juga merupakan tempat awal lahirnya Antiokhia di Indonesia. Dalam rangka memperingati hari kelahiran Antiokhia yang ke 24 ini saya hendak membawa rekan-rekan Antiokhers semuanya sedikit mengenal Antiokhia lebih dalam lagi terutama eksistensinya di dunia ini.
Saya tidak bisa menjelaskan dengan 100% benar, namun saya bisa sedikit menjelaskan bahwa Antiokhia adalah bentuk pengalaman iman lewat retreat 3 hari yang seringkali kita sebut sebagai "Week End Antiokhia". Dalam Week End Antiokhia kita dibekali dengan 13 presentasi yang diberikan oleh Team Week End. Dan selain presentasi kita dibawa untuk lebih membuka diri dengan sharing pengalaman iman kita kepada teman-teman lainnya. Dan yang paling luar biasa dari Antiokhia adalah lewat pengalaman Week End Antiokhia kita bisa banyak mengenal teman-teman baru yang tentunya juga seiman dalam Yesus Kristus. Dan inilah yang saya rasakan ketika pertama mengikuti Week End sampai saat ini.
Apabila mencoba menengok kembali ke belakang, untuk mencoba menggali sejarah tentang apa itu Antiokhia maka kita bisa membaca pada ayat "Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen." Kis 11:26. Namun ayat itu bukanlah awal persekutuan Antiokhia, itu terlalu jauh, namun ayat tersebut menjadi landasan dasar lahirnya Antiokhia. Setiap pribadi yang beragama kristen boleh mengaku dirinya kristen, akan tetapi belum tentu jiwanya telah lahir dalam ke-kristen-an sejati. Oleh karena itu kita berharap dan berusaha agar lewat mengikuti pengalaman Week End 3 hari di Antiokhia, maka para antiokhers baru bisa menemukan makna menjadi kristen yang sejati.
Sementara lahirnya persekutuan atau komunitas Antiokhia sendiri, menurut buku sejarah (baca:memoar) yang sering kita baca di halaman-halaman awal, seringkali dituliskan bahwa Antiokhia pertama dikembangkan di Universitas Notre Dame, Indiana, Amerika Serikat pada tahun 1960, untuk pembinaan remaja di sana dan mahasiswa mahasiswi pada khususnya. Kemudian pada tahun 1973, program ini disesuaikan untuk remaja SMU dan bersifat parokial oleh pasutri Gerry dan Mary Mandry. Kemudian berkembang di Eropa, Asia, dan Australia. Di Australia dikembangkan oleh pasutri Ron dan Marvis Pirolla, pada tahun 1981 di Paroki Maronbra Bay, Sydney. Kemudian berkembang ke New Zealand, Fiji, Papu Nugini, dan Filipina.
Masuknya Antiokhia ke Indonesia pada tahun 1986, tepatnya pada week end perdana tanggal 10-12 Juli 1986 oleh Pastor Peter Stoll OMI. Kemudian dengan kuasa Yesus Kristus yang luar biasa, saat ini seperti kita ketahui, Antiokhia telah menyebar di berbagai paroki dan juga daerah.
Namun.... Selama bertahun-tahun, itulah sejarah yang saya baca dari memoar yang biasa kita dapat pada hari terakhir week end. Dan saya selama ini langsung percaya, dan menelan mentah-mentah apa yang tertulis di situ. Namun sekarang saya bertanya-tanya, dan mungkin pertanyaan saya juga adalah apa yang teman-teman juga alami. Dimanakah Antiokhers lainnya di luar Indonesia? Apabila Antiokhia berasal dari luar Indonesia, apakah Antiokhia di luar sana masih eksis? Masih berjalankah? Atau cuma di Indonesia saja satu-satunya Antiokhia yang masih hidup dan berjalan? Saya telah menyaksikan dengan mata kepala sendiri betapa besar kuasa Tuhan atas karya-karyanya, dan salah satunya adalah komunitas Antiokhia ini. Saya melihat bagaimana Antiokhia bisa berkembang dengan luar biasa lewat kerja keras setiap team week end yang kita ketahui setiap tahunnya selalu ada pribadi baru.
Lewat pertanyaan-pertanyaan tersebut dan dengan didukung oleh teknologi masa sekarang, yang mana internet sudah memiliki bandwith yang baik, dan juga sedikit kemampuan analisa online, maka saya mencoba mencari jejak dari saudara-saudari kita antiokhers di luar sana. Mencoba mencari keberadaan dan juga eksistensi Antiokhia di luar Indonesia. Awalnya saya mencari dengan kata "antiokhia" dan hasilnya adalah nol besar sampai saya sadari bahwa di luar sana mereka tidak menggunakan kata "antiokhia", melainkan dalam bahasa inggris mereka menyebutnya sebagai "antioch". Inilah beberapa yang berhasil saya temukan.
ANTIOCH AUSTRALIA FACEBOOK GROUP
Di sinilah pertama saya menemukan keberadaan saudara-saudari kita di luar tanah air. Ini adalah sebuah facebook group antokhia australia. Yang membuat saya langsung meyakini bahwa ini adalah saudara-saudari kita adalah pada foto kalung salibnya. Yang berbahan kayu dan berukiran lambang ikhtus. Saya juga memiliki kalung yang persis sama yang saya dapat pertama kali ketika saya selesai di lantik sebagai Antiokhers di Week End 17 Trinitas pada tahun 2001. Mungkin agak berbeda dengan kalung Antiokhers belakangan ini yang dibuat dengan bahan acrylic. Pendiri dari facebook group ini adalah Adam Pemberton, seorang muda katolik di Australia.

ANTIOCH WEBSITE OF THE ANTIOCH YOUTH MOVEMENT IN AUSTRALIA
Memang bukan website yang bagus, tapi di sini kita bisa melihat bahwa mereka mempunyai visi yang kurang lebih sama. Dan mereka juga menggunakan pengalaman Week End dalam program mereka.

Kalau melihat dari nama domainnya dan sedikit membaca di websitenya, sepertinya ini juga adalah Antiokhia yang sama. Sayang sekali websitenya minim akan informasi yang jelas, dan terlalu statis dengan gaya lama.


ANTIOCH COMMUNITY ST JOHN NEPOMUCENE


ANTIOCH WEEKEND LEADERS MANUAL
Bahkan ada juga sumber untuk bahan-bahan presentasi dan juga manual menjalankan weekend antiokhia.
==================================
Selain website yang berhasil saya temukan untuk menunjukkan eksistensi antiokhers di luar negeri, saya berhasil menemukan beberapa video terkait dengan kegiatan week end antiokhia di luar negeri.
Saya tidak bisa bilang websitenya menarik, tapi videonya luar biasa lucu dan unik. Ini adalah website Team Week End 31 Antiokhia San Jose, Philipines. Mereka menggunakan website ini untuk merengkrut antiokhers baru, atau pendaftaran. Dan yang unik di sini adalah bagaimana mereka menggunakan video hasil kreatifitas mereka sendiri untuk menarik minat para muda-mudi untuk ikut serta di Week End 31 Antiokhia San Jose.
" target="_blank">TOONGABBIE ANTIOCH WEEKEND 07
Di sini kita bisa melihat video berlangsungnya Week End Antiokhia. Saya tidak bisa memastikan di mana week end itu berlangsung, namun yang pasti di sekitar Australia.
" target="_blank">12TH ANTIOCH WEEKEND
The 12th Antioch Weekend of St. Peter's Parish in the Hudson Valley of New York State.
" target="_blank">25TH ANTIOCH WEEKEND
St. John the Baptist Parish, 25th Antioch Weekend Pinaglabanan, San Juan City.
" target="_blank">SMITHFIELD ANTIOCH WEEKEND 2008 (SAW08)
Smithfield Antioch's 8th Outreach Weekend in 2008. Di awal video ini kalian bisa melihat bahwa mereka tidak menggunakan logo yang seperti biasa kita gunakan yaitu segitiga merah sama sisi dengan jalan berliku.
" target="_blank">10TH ANTIOCH WEEKEND
Sebetulnya masih banyak lagi yang bisa saya temukan, namun saya yakin beberapa di atas sudah cukup untuk kita menggambarkan betapa keluarga Antiokhia adalah sungguh besar. Seperti salah satu motto Antiokhia yaitu, "One Big Happy Catholic Family". Tentu kita semua adalah keluarga besar dalam Yesus Kristus, termasuk mereka yang bukan Antiokhers, namun dalam topik ini saya mencoba menyampaikan bahwa kita Antiokhia punya banyak juga saudara-saudari seperjuangan di luar sana, yang berkarya di ladang yang sama dengan kita. Mempersiapkan Weekend dan membawakan presentasi, dan juga mengajak antiokhers baru untuk bernyanyi bersama memuji Yesus dalam gerak dan lagu. Ini adalah satu hal luar biasa bahwa kita bukanlah satu-satunya di dunia yang menggunakan metode weekend 3 hari dengan presentasi.

Sedikit yang saya review adalah bahwa meskipun sama namun telah terjadi sedikit perbedaan yang membedakan kita dengan saudara-saudari kita Antiokhers di luar sana. Dan kebetulan saya beruntung masih bisa mengalami pengalaman Weekend yang kurang lebih sama persis dengan mereka. Pengalaman weekend itu adalah dimana kita mengadakan weekend di sebuah sekolah, kalau saya dulu di sekolah Kristoforus 2 di Taman Palem, Jakarta. Dan juga untuk masalah tidur, kami juga menggunakan cara yang masih sama, yaitu dengan live in di rumah umat yang dekat dengan lokasi weekend. Cara ini yang sekarang sudah berubah seperti kita ketahui bahwa saat ini weekend pada umumnya di paroki-paroki Jakarta berlangsung dan tidur semuanya di satu tempat yaitu wisma. Terakhir metode live-in saya alami di Weekend 17 ketika saya menjadi peserta, dan setelah Weekend 18 di Trinitas sudah berganti metode menjadi persis retreat pada umumnya yaitu menggunakan wisma. Begitu juga salib yang di sini kebanyakan sudah berganti menggunakan bahan plastik acrylic.

Dan satu hal positif yang membedakan adalah penggunaan logo antiokhia segitiga sama sisi berwarna merah dengan jalan berliku. Ini tidak saya temukan di Antiokhia di luar Indonesia. Saya sangat kagum dengan siapapun yang dulu pertama menciptakan logo Antiokhia segitiga merah ini. Identitas ini menjadi kejelasan Antiokhia di tanah air kita.
Namun terlepas dari beberapa perbedaan, namun kita memiliki banyak kesamaan dengan saudara-saudari kita Antiokhers di luar sana. Sekarang kita bisa yakin bahwa Antiokhia adalah satu program atau komunitas yang bisa terbilang global dan juga merupakan wadah di mana muda-mudi katolik bisa berkarya untuk kebesaran nama Tuhan Yesus Kristus.
Salam Antiokhia!


WRITER
Yofie Setiawan, Peserta Week End 17 Antiokhia Trinitas Cengkareng, Week End Sweet Seventeen. Saat ini kesibukan bekerja sebagai freelance web designer dan developer yang mandiri. Demi tidak mengikuti gerak tari di Antiokhia, dia memilih menjadi gitaris pengiring lagu. Sangat menyukai musik dan design. Senang berkarya di ladang Tuhan terutama di Antiokhia.



Kata Antiokhia berasal dari nama sebuah kota di ASia Kecil di mana Gereja Perdana lahir. Jadi gerakan Antiokhia ini mengambil teladan Gereja Perdana. Week End adalah ujung tombak penyebaran dan pembinaan untuk kaum muda supaya mau membuka dan membekali diri dengan bekal rohani yang mendalam untuk menjadi garam dan terang dunia. Antiokhia merupakan kelompok kategorial berbasis paroki yang mengambil bagian dalam pelayanan gereja lewat gerakan pembinaan iman dan kepribadian kaum muda. 
