Monday, 12 July 2010 20:09

Sejarah Antiokhia MBK

Written by  Ricky Noviyandi
Rate this item
(0 votes)

Awalnya, pada tahun 1988, Papi Mami Lies Talieb (pasutri ME) melihat potensi muda mudi di paroki MBK sehingga timbul keinginan untuk menyelenggarakan Weekend Antiokhia di Paroki MBK. Untuk itu bekerja sama dengan paroki dan sekolah sang timur, maka pada bulan Desember 1988, diutus 8 muda-mudi Paroki Tomang (Paroki MBK) untuk mengikuti Weekend Antiokhia di Cijantung – Jakarta Timur.

 

Setelah itu pada bulan Juni 1989, kembali beberapa mudika lain di paroki MBK diberangkatkan untuk mengikuti Weekend Antiokhia di Paroki Cengkareng. Dari dua gelombang ini, maka dibentuk tim persiapan weekend Antiokhia I di Paroki Tomang (paroki MBK) yang diselenggarakan pada bulan Desember tahun 1989. Pada masa awal persiapan dan pelaksanaan Weekend Antiokhia MBK (1989), tim antiokher banyak dibantu oleh Antiokher dari Cengkareng. Mereka mendampingi dalam setiap pertemuan persiapan, melatih presentasi, memberikan usulan untuk pelaksanaan, termasuk diantaranya memberikan pendampingan dalam persiapan weekend antiokhia, dimana pada waktu itu adalah mengusahakan dana pelaksanaan, mencari penginapan di rumah penduduk setempat di sekitar tempat Weekend berlangsung dan persiapan teknis lainnya. Dengan jumlah tim sekitar 17 orang dibantu dengan beberapa antiokher senior dari paroki Cengkareng, maka Weekend I MBK yang diadakan di aula sekolah SMA Sang Timur dapat berlangsung dengan lancar.

Setelah itu Weekend di MBK berkembang dengan kaderisasi antiokher MBK dengan beberapa pasutri pendamping : Purwoko-Naniek, Frans & Trees(alm),Arnold Ani,Willy-Helen, Basuki-Yeyen, Anton-Honglan, Teguh-Yanti, Erwin-Jenny, Andre-Sianne, Suseno-Christine, Dewanto(alm) Vero, Irwan-Melly, dan Indra-Elly.

 

WRITER


Ricky Noviyandi, Antiokhers dari Weekend ke 19 Antiokhia MBK, Tomang. Dia adalah salah satu mahasiswa di Universitas Tarumanegara jurusan accounting dan juga merupakan lulusan dari SMAK 1 BPK Penabur Jakarta. Di tahun ini, menjabat sebagai Palu di Weekend Antiokhia MBK ke 22 yang telah berlangsung dari 2-4 Juli 2010 di Rumah retret Canossa. Bagi Ricky, Antiokhia sudah dianggap sebagai ‘rumah’nya sendiri. Selama berkiprah 3 tahun di Antiokhia, dia mendapatkan kenangan-kenangan yang tak bisa dirangkai dengan kata-kata.


Read 321 times Last modified on Monday, 30 August 2010 00:01

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated.
Basic HTML code is allowed.

Antiokhia MBK

Koordinator Paroki MBK

Koordinator Paroki Antiokhia MBK untuk periode 2009-2011 dipegang oleh duo pemuda-pemudi, yaitu Giovanny Raymond dan Jeannie Chandhika. Berikut ini ialah profil diri masing-masing Koordinator Paroki.

Giovanni Raymond
Giovanni Raymond, biasa dipanggil dengan sebutan Raymond. Koorpar kita yang satu ini mulai bergabung sebagai Antiokhers sejak Week End Antiokhia MBK yang ke 17. Sekarang ini, Raymond berprofesi sebagai mahasiswa di Universitas Atma Jaya, Jakarta, Jurusan Teknik Elektro. Selama 5 tahun aktif di Antiokhia, koorpar yang mempunyai sifat humoris ini merasakan positifnya kegiatan Antiokhia ini. Ia merasa terus berkembang baik dalam iman maupun dalam hal organisasi. Raymond merasa senang setelah mempunyai banyak teman di Antiokh. Baginya teman-teman di Antiokhia sudah seperti keluarga sendiri.

Jeannie Chandhika

Jeannie Chandhika, yang biasa dipanggil akrab Jeannie adalah Antiokhers dari Paroki Maria Bunda Karmel (MBK). Ia mulai bergabung di Antiokhia mulai dari Week End ke 19. Koorpar yang terkenal tegas ini, baru saja lulus dari SMA Santa Ursula, Jakarta dan akan melanjutkan studinya di Prasetya Mulya Business School, Jurusan S1 Bisnis. Selama 3 tahun aktif di Antiokh, Jeannie mengalami banyak hal manis dan pahit untuk pembelajarannya di kehidupan nyata. Bagi Jeannie, bertemu dengan para Antiokhers adalah hal yang sangat berarti.

Giovanni Raymond, biasa dipanggil dengan sebutan Raymond. Koorpar kita yang satu ini mulai bergabung sebagai Antiokhers sejak Week End Antiokhia MBK yang ke 17. Sekarang ini, Raymond berprofesi sebagai mahasiswa di Universitas Atma Jaya, Jakarta, Jurusan Teknik Elektro. Selama 5 tahun aktif di Antiokhia, koorpar yang mempunyai sifat humoris ini merasakan positifnya kegiatan Antiokhia ini. Ia merasa terus berkembang baik dalam iman maupun dalam hal organisasi. Raymond merasa senang setelah mempunyai banyak teman di Antiokh. Baginya teman-teman di Antiokhia sudah seperti keluarga sendiri.

What is Antiokhia?

Kata Antiokhia berasal dari nama sebuah kota di ASia Kecil di mana Gereja Perdana lahir. Jadi gerakan Antiokhia ini mengambil teladan Gereja Perdana. Week End adalah ujung tombak penyebaran dan pembinaan untuk kaum muda supaya mau membuka dan membekali diri dengan bekal rohani yang mendalam untuk menjadi garam dan terang dunia. Antiokhia merupakan kelompok kategorial berbasis paroki yang mengambil bagian dalam pelayanan gereja lewat gerakan pembinaan iman dan kepribadian kaum muda. [readmore]

.

Antiokhers

Get Updates!