Tema WEA ke 22 kali ini sangatlah unik, mengingat beberapa kali terjadi pergantian tema yang sangat krusial. Sehingga pada akhirnya, dicetuskanlah sebuah tema yaitu ‘Home’. Mengapa WEA kali ini bertemakan ‘Home’? Karena kita berinisiatif menjadikan Antiokhia sebagai rumah kedua bagi para @ers. Dimana di dalamnya kita berjalan bersama-sama dalam mencapai tujuan kita dan tidak akan ada yang tertinggal di belakang, karena kita semua merupakan satu kesatuan dalam ‘rumah’ yang disebut Antiokhia.
Pada hari pertama, acara dibuka dengan kata sambutan dari Palu-Bulu, oleh Ricky dan Devina selaku wakil dari Bulu. Audrey selaku Bulu tidak dapat hadir pada siang itu karena ujian akhir semester di tempat kuliahnya dan menyusul ke Canossa pada sore harinya. Selanjutnya dilanjutkan oleh sharing dan games seru yaitu 7up, dor-doran, dan tangan tremor. Ada yang unik dalam pembagian kelompok sharing hari pertama. Para peserta diharuskan mengambil kertas yang sudah dinamai. Lalu, para peserta diharapkan menirukan suara hewan dan meniru barang perabotan yang biasanya terdapat di rumah sehingga merekapun dapat menemukan kelompok sharingnya masing-masing berikut para mentornya pula. Hari pertama ditutup dengan renungan dan dilanjutkan dengan Jalan Salib.
Di hari kedua, kegiatannya pun tidak kalah seru. Diawali dengan renungan dan sharing. Lalu, terdapat pula games outdoor maupun indoor yang menuntut semua pesera bersaing agar dapat memenangkan games-games tersebut. Selain itu, para peserta diuji kreatifitasnya untuk membuat lambang Antiokhia dan menampilkan drama tentang pewartaan Antiokhia sesuai kelompok tema yang ditentukan. Hari kedua ditutup oleh Malam Rekonsiliasi dan Pengakuan Dosa. Malam rekonsiliasi dipimpin oleh Romo Vitalis serta dibantu Romo Widi untuk Pengakuan Dosa.
Hari terakhir, seperti biasa kegiatan diawali dengan renungan dan dilanjutkan dengan sharing. Lalu, Romo Vitalis menambahkan sharing tentang ’Panggilan’ setelah sharing paling akhir. Para peserta terlihat antusias mendengarkan sharing dari Romo yang berasal dari negeri kincir angin tesebut.
Pada penghujung acara, ditutup oleh misa pelantikan @ers baru yang dipimpin oleh Romo Vitalis serta rangkaian acara Malam Penutupan (MalTup) yang berkesan di hati semua pihak. Malam Penutupan WE 22 Antiokhia MBK dihadiri oleh beberapa orang tua dari peserta dan @ers dari MKK. Acara dibuka kata sambutan dari Pi Irwan Mi Melly, Palu Bulu (Ricky-Audrey) dan KorPar (Raymond-Jeannie). Setelah itu, para @ers baru yang sudah dilantik mempersembahkan drama persembahan untuk @ers lama yang sangat menarik. Tak mau kalah dari para @ers baru, para @ers lama juga mempersembahkan drama oleh Evan, dkk untuk semua pihak yang hadir pada acara tersebut. Acara Maltup resmi ditutup dengan pembacaan award, dan pamitan. Pembacaan award pada WE kali ini diwarnai kejutan dari Ricky dan Audrey, selaku Palu Bulu. Semua team yang hadir diberikan pin penghargaan atas usaha mereka yang telah membuat WEA 22 ini berjalan dengan cukup sukses, tentunya tanpa membeda-bedakan usaha yang telah mereka buat.
Secara keseluruhan acara WEA ke 22 ini berjalan dengan lancar dan sukses. Suasana hangat dan akrab tercipta antara team dan @ers baru yang masih berstatus peserta. Para peserta mau terlibat secara aktif pada WE kali ini sejak hari pertama. Sharing-sharing yang disajikan cukup menarik para peserta agar dapat terus mendengarkan serta memahami inti dari setiap sharing yang telah ditampilkan oleh para presenter WEA 22.
Hidup Antiokhia !!!
|
"Get the Flash Player"
"to see this gallery."
|
WRITER
Ricky Noviyandi, Antiokhers dari Weekend ke 19 Antiokhia MBK, Tomang. Dia adalah salah satu mahasiswa di Universitas Tarumanegara jurusan accounting dan juga merupakan lulusan dari SMAK 1 BPK Penabur Jakarta. Di tahun ini, menjabat sebagai Palu di Weekend Antiokhia MBK ke 22 yang telah berlangsung dari 2-4 Juli 2010 di Rumah retret Canossa. Bagi Ricky, Antiokhia sudah dianggap sebagai ‘rumah’nya sendiri. Selama berkiprah 3 tahun di Antiokhia, dia mendapatkan kenangan-kenangan yang tak bisa dirangkai dengan kata-kata.



Kata Antiokhia berasal dari nama sebuah kota di ASia Kecil di mana Gereja Perdana lahir. Jadi gerakan Antiokhia ini mengambil teladan Gereja Perdana. Week End adalah ujung tombak penyebaran dan pembinaan untuk kaum muda supaya mau membuka dan membekali diri dengan bekal rohani yang mendalam untuk menjadi garam dan terang dunia. Antiokhia merupakan kelompok kategorial berbasis paroki yang mengambil bagian dalam pelayanan gereja lewat gerakan pembinaan iman dan kepribadian kaum muda. 
