Perjuangan pun menjadi tidak ringan. Kami yang hanya tujuh orang harus memiliki strategi dalam pembagian tugas. Sebagai contoh, setiap pasangan kerja mendapat 3 materi presentasi, 1 di antaranya dibawakan berdua, dan 2 sisanya dikerjakan sendiri-sendiri. Pembagian seksi pun seperti tidak ada. Setiap orang memang memiliki tanggung jawab di seksi tertentu, namun pada akhirnya semua tugas itu kami kerjakan bersama-sama.
Pada detik-detik terakhir, kami menerima sebuah pernyataan bahwa Antiokhia Trinitas bersedia membantu kami dalam pelaksanaan WeekEnd perdana ini, kami merasa sangat terbantu. ~sing Thank You Lord for Antiokhia Trinitas.Semoga segala hal yang sudah kami kerjakan setahun ini bisa membuahkan hasil yang baik bagi para peserta, tim, dan kelangsungan Antiokhia di Paroki Santa Monika BSD, serta yang terutama, bagi pemuliaan nama Tuhan di dunia.
WRITER
Vincentius Reinardus, Antiokhers dari St. Monica Bumi Serpong Damai. Pertama mengikuti Week End Antiokhia 10 di Maria Kusuma Karmel (MKK). Saat ini (2010) menjadi Palu untuk Week End Antiokhia Perdana di St. Monica Bumi Serpong Damai. Rekan kita ini adalah lulusan dari SMA Ricci II.



Kata Antiokhia berasal dari nama sebuah kota di ASia Kecil di mana Gereja Perdana lahir. Jadi gerakan Antiokhia ini mengambil teladan Gereja Perdana. Week End adalah ujung tombak penyebaran dan pembinaan untuk kaum muda supaya mau membuka dan membekali diri dengan bekal rohani yang mendalam untuk menjadi garam dan terang dunia. Antiokhia merupakan kelompok kategorial berbasis paroki yang mengambil bagian dalam pelayanan gereja lewat gerakan pembinaan iman dan kepribadian kaum muda. 
