Acara dimulai pada jam 15.00, dan dibuka dengan sambutan meriah oleh kedua orang MC handal dari Tim Korpar Antiokhia Gading, yaitu Max (WE 9) dan Elvin (WE 7). Acara pun dimulai dengan melakukan beberapa permainan ice breaking, yang pastinya “super seru abis”. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan kampanye keempat calon Palu dan Bulu WE 13. Calon Palunya ialah Jackson Gunawan (WE 10) dan Ivan Linggo (WE 10). Sedangkan calon Bulunya ialah Adeline Liuputri (WE 10) dan Vanesha Arini (WE 10). Keempat calon Palu dan Bulu ini diberikan waktu selama 15 menit untuk berkampanye mengenai visi, misi, dan rencana kerja mereka ke depannya. Setelah itu, diberikan waktu selama 30 menit untuk sesi pertanyaan terbuka. Siapapun yang hadir dalam acara ini boleh mengajukan pertanyaan kepada keempat calon Palu dan Bulu.
Para peserta diajak untuk bermain kembali bersama kedua orang MC handal kami. Setelah itu, salah seorang Tim Korpar Antiokhia Gading, yaitu Alvin Raditya (WE 5), memberikan presentasi materi mengenai Team, Team Building, dan Leadership. Hal ini ditujukan agar para peserta Team Building pun memahami bagaimana membentuk “TEAM” yang baik nantinya, serta memahami posisinya sebagai bagian dari sebuah “TEAM” di Antiokhia. Setelah presentasi yang singkat ini, acara pun dilanjutkan dengan makan malam. Kemudian Tim Korpar lainnya, Okki Sutanto (WE 8) membawakan sesi “Studi Kasus” bagi para calon Palu dan Bulu. Sesi ini menyerupai acara “Akhirnya Datang Juga” yang ditayangkan di salah satu stasiun TV swasta. Lima orang Tim Korpar beserta seorang calon Palu ataupun Bulu akan duduk di depan seluruh peserta Team Building. Tim Korpar akan memainkan perannya sesuai dengan script yang telah disiapkan. Dalam setiap script akan ditampilkan masalah yang berbeda-beda, dan tentunya merupakan masalah yang mungkin terjadi dalam persiapan WE. Dengan demikian, calon Palu ataupun Bulu tersebut diminta untuk bertindak sebagai “Palu” ataupun “Bulu” WE 13 untuk menghadapi dan menyelesaikan permasalahan tersebut. Setiap calon Palu dan Bulu akan maju secara bergantian, dan masing-masing mendapatkan waktu 15 menit. Sesi ini bertujuan agar para peserta dan juga Tim Korpar dapat memahami kemampuan para calon Palu dan Bulu untuk mempimpin, mengatur, serta mengambil keputusan. Selain itu, para calon Tim WE 13 pun dapat mengetahu masalah apa saja yang mungkin mereka hadapi nantinya ketika sudah menjadi Tim WE 13.
Malam harinya acara dilanjutkan dengan “Hunting Night”. Peserta Team Building dibagi ke dalam empat buah tim, dan masing-masing tim dipimpin oleh seorang calon Palu dan Bulu. Mereka menjalani permainan dari pos yang satu ke pos yang lainnya, dan pada pos terakhir (pos kelima), seluruh peserta bertemu menjadi satu. Permainan terakhir ini memiliki kemiripan dengan permainan catur. Setiap permainan akan dilakukan oleh dua buah tim sehingga tim Adeline akan melawan tim Vanesha, dan tim Jackson akan melawan tim Ivan. Setelah permainan berakhir, para peserta mengikuti renungan malam yang dibawakan oleh Tim Korpar Antiokhia Gading. Mereka juga dapat beristirahat setelah renungan malam selesai.
Di Minggu paginya, acara dimulai dengan berbagai permainan yang menarik. Setelah itu peserta pun bersiap-siap untuk mengikuti misa pagi di Stasi St.Yakobus. Stasi ini berada di lokasi yang sama dengan Sekolah St.Yakobus. Setelah misa bersama, sampailah kami di acara puncak dari Team Building ini, yaitu pemilihan Palu dan Bulu WE 13. Pemilihan ini dilakukan dengan cara voting dan menggunakan asas Luberjurdil (kaya Pemilu ). Setiap suara yang diberikan oleh peserta Team Building (calon Tim WE 13) memiliki nilai 1, dan setiap suara yang diberikan oleh Tim Korpar memiliki nilai ½. Akhirnya terpilihkan sepasang Palu dan Bulu WE 13 Antiokhia Gading, yaitu Jackson Gunawan (WE 10) dan Vanesha Arini (WE 10). Acara pun dilanjutkan oleh sepasang Palu dan Bulu ini, yaitu kegiatan wawancara calon Tim WE 13. Sesungguhnya proses wawancara ini masih belum selesai sepenuhnya, sehingga pada tanggal 10 Oktober 2010 nanti akan dilajutkan wawancara Tim WE 13 untuk sesi yang kedua. Demikianlah kegiatan Team Building Antiokhia Gading, semoga benar-benar memberikan manfaat bagi Antiokhers Gading dan juga Palu-Bulu terpilih.
Selamat kepada Jackson Gunawan (WE 10) dan Vanesha Arini (WE 10) sebagai Palu dan Bulu terpilih untuk WE 13 Antiokhia Gading. Semangat terus dalam pelayanan di Antiokhia!! Tuhan Memberkati kita semuanya.
Facebook Related Photo Albums
- Team Building, Antiokhia Gading by Yofie Setiawan
- Team Building WE13 Antiokhia Gading by Kristoforus Dicky
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
WRITER
Sheeren Yolanda, atau yang dikenal dengan panggilan “She2” (baca: se-se), adalah Antiokhers WE 7 Paroki St.Yakobus, Kelapa Gading. Wanita kelahiran 16 November 1988 ini juga menjabat sebagai Koordinator Paroki periode 2009-2011. She2 yang merupakan mahasiswi lulusan SMAK 5 Penabur ini menjalani kuliahnya di Fakultas Psikologi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya sejak tahun 2007. Selain berminat pada bidang psikologi (khususnya klinis), She2 juga memiliki hobi membaca, menonton, dan juga menulis. Bagi She2 sendiri, Antiokhia merupakan salah satu bagian penting dalam hidupnya, yang selama 6 tahun ini telah mengisi kehidupannya dengan pahit-manisnya pengalaman hidup.



Kata Antiokhia berasal dari nama sebuah kota di ASia Kecil di mana Gereja Perdana lahir. Jadi gerakan Antiokhia ini mengambil teladan Gereja Perdana. Week End adalah ujung tombak penyebaran dan pembinaan untuk kaum muda supaya mau membuka dan membekali diri dengan bekal rohani yang mendalam untuk menjadi garam dan terang dunia. Antiokhia merupakan kelompok kategorial berbasis paroki yang mengambil bagian dalam pelayanan gereja lewat gerakan pembinaan iman dan kepribadian kaum muda. 
