Keseluruhan acara WE 12 ini berlangsung dengan sangat baik. Mayoritas peserta WE 12 mau berpartisipasi aktif dalam rangkaian acara WE 12 ini. Selain itu, Antiokhia Gading juga berbangga hati atas seluruh presentasi yang dibawakan dalam WE 12 ini karena telah berbasis multimedia. Seluruh presentasi dibawakan dengan media powerpoint, serta ada pula yang dilengkapi dengan video. Antiokhia Gading juga memberikan penghargaan bagi seluruh presenternya karena mereka membawakan presentasi tanpa menggunakan clue card sebagai acuannya. Oleh karena itulah, seluruh presentasi WE 12 terkesan sangat menarik dan tidak membuat para peserta maupun team merasa bosan. Proficiat presenter WE 12!
Antiokhia Gading sempat mengalami kendala yang berkaita dengan cuaca yang cenderung hujan. Hal itu menyebabkan perubahan rencana untuk rangkaian acara Malam Penutupan (Maltup) Antiokhia Gading. Peserta tidak dapat diajak berkeliling dengan membawa lilin dan menyanyikan lagu “Lilin-Lilin Kecil”. Peserta pun tidak dapat menghampiri para orangtua yang biasanya telah diposisikan di aula. Dengan demikian, yang terjadi ialah para orangtua yang membawa lilin dan menghampiri para peserta di aula (setelah misa pelantikan). Ketika itu para peserta diposisikan untuk membelakangi tempat duduk para orangtua, sambil menyanyikan lagu “Lilin-Lilin Kecil”. Prosesi ini sangat mengharukan karena jumlah orangtua dan anggota keluarga peserta WE 12 yang hadir mencapai lebih dari 40 orang. Bagi Antiokhia Gading, kehadiran orangtua dari para peserta merupakan dukungan awal bagi peserta tersebut untuk terus aktif dalam Antiokhia Gading.
Hal lainnya yang membahagiakan bagi Antiokhia Gading dalam acara Maltup ialah kehadiran para “tetua” Antiokhers Gading, dari WE 1 sampai dengan WE 6. Mereka juga mempersembahkan sebuah acara selama 15 menit dalam rangkaian acara Maltup itu. Selain itu, dengan hadirnya para “tetua” Antiokhers Gading, maka dalam WE 12 berkumpullah seluruh perwakilan WE (mulai dari WE 1 sampai dengan WE 12). Ini merupakan hal besar yang perlu disyukuri karena Antiokhers Gading memiliki kepedulian yang tinggi terhadap satu sama lain.
WE 12 memberikan akhir yang membahagiakan bagi seluruh Team WE 12, peserta WE 12, serta Team Koordinator Paroki. Usaha dan kerja keras yang dilakukan selama 9 bulan telah menghasilkan WE yang dapat dikatakan sukses. Kebersamaan seluruh Antiokhers dalam WE 12 tidak berhenti sampai di situ saja. Pada tanggal 5 Juli 2010, Antiokhers (team dan peserta) baru saja melangsungkan acara “nonton bareng” di Mall Kelapa Gading. Acara ini dihadiri oleh 50 orang Antiokhers yang akhirnya memenuhi separuh dari Studio XXI Kelapa Gading.
Proficiat untuk seluruh Antiokhers Gading! You’ll Never Walk Alone...
|
"Get the Flash Player"
"to see this gallery."
|
WRITER
Sheeren Yolanda, atau yang dikenal dengan panggilan “She2” (baca: se-se), adalah Antiokhers WE 7 Paroki St.Yakobus, Kelapa Gading. Wanita kelahiran 16 November 1988 ini juga menjabat sebagai Koordinator Paroki periode 2009-2011. She2 yang merupakan mahasiswi lulusan SMAK 5 Penabur ini menjalani kuliahnya di Fakultas Psikologi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya sejak tahun 2007. Selain berminat pada bidang psikologi (khususnya klinis), She2 juga memiliki hobi membaca, menonton, dan juga menulis. Bagi She2 sendiri, Antiokhia merupakan salah satu bagian penting dalam hidupnya, yang selama 6 tahun ini telah mengisi kehidupannya dengan pahit-manisnya pengalaman hidup.



Kata Antiokhia berasal dari nama sebuah kota di ASia Kecil di mana Gereja Perdana lahir. Jadi gerakan Antiokhia ini mengambil teladan Gereja Perdana. Week End adalah ujung tombak penyebaran dan pembinaan untuk kaum muda supaya mau membuka dan membekali diri dengan bekal rohani yang mendalam untuk menjadi garam dan terang dunia. Antiokhia merupakan kelompok kategorial berbasis paroki yang mengambil bagian dalam pelayanan gereja lewat gerakan pembinaan iman dan kepribadian kaum muda. 
