|

Kalau berpikir tentang bagian apa yang paling penting dari WE Antiokhia mungkin jawabannya adalah Presentasi. Di WE Antiokhia, peserta disajikan 13 presentasi yang mempunyai tujuan untuk merubah peserta dari sebuah batu karang menjadi setangkai bunga mawar. Menjadikan seorang individu yang mempunyai hati yang keras dan idealis menjadi individu yang dapat menyebarkan kasih untuk masyarakat sekitar. Dalam tulisan kali ini, saya ingin mengajak teman untuk berdiskusi cara membuat presentasi yang efektif untuk WE Antiokhia. Saya akan bagi diskusi ini dalam dua hal, yaitu penyampaian (delivery) dan isi (content).
DELIVERY Mungkin salah satu syarat pertama supaya mempunyai effective delivery, adalah si presenter harus yakin dan percaya diri dengan dirinya dan dengan materi yang akan disampaikan. Jika keduanya tidak ada, rasanya akan susah mempunyai effective delivery.
Satu-satunya cara, paling tidak yang aku pikirkan, untuk menaikkan rasa percaya diri presenter hanya melalui latihan dan latihan. Oleh karena itu sangat penting untuk Palu-Bulu mengadakan latihan rutin mungkin 1-2 bulan sekali untuk melihat progress presenter.
Salah satu point penting juga adalah, presenter harus percaya terhadap segala isi yang akan disampaikan. Untungnya biasanya si presenter yang akan menyiapkan materinya sendiri. Akan sangat tidak bermanfaat kalau presenter sendiri ragu, tidak percaya atau bahkan tidak mengerti akan materi yang akan disampaikan
Setelah materi selesai disiapkan, presenter harus berpikir “cara apa yang paling efektif untuk menyampaikan pesan saya”. Cara ini bisa melalui talenta, hobi, atau bantuan team, interaktif. Ada 2 presentasi yang sangat menarik saya ingat dari WE Gading. Yang pertama, ada yang mencoba menyampaikan bagaimana “Mengikuti Kristus” itu seperti seorang striker yang ingin melewati defender di sepak bola. Dia menjelaskan sambil menarik seorang volunteer dan melakukan demonstrasi dengan sepakbola. Yang kedua, ada yang meng-ilustrasikan “Menjadi Orang Kristen” dengan ilmu sulap kartu yang memang si presenter kuasai. Kedua contoh ini, akan sangat membantu menyampaikan pesan yang akan disampaikan.
CONTENT Biasanya untuk memulai menulis sebuah presentasi, si presenter sudah mendapat panduan dari buku besar dan juga contoh presentasi dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini akan memudahkan dalam menyusun presentasi.
Aku ingat dulu ketika baru pertama kali nge-team dan disuruh WE, ada antiokhers yang sudah lebih senior bilang begini “setiap presentasi Antiok, harus ada mengutip ayat”. Memang betul sih, di buku besar pun, setiap presentasi selalu ada ayat referensi. Hal ini memang harus selalu ada, supaya setiap pesan yang kita sampaikan selalu ada dasar Alkitab. Sumber referensi yang lain adalah Katekismus Gereja Katolik. Katekismus Gereja Katolik adalah dokumen resmi mengenai ajaran Katolik Roma. Katekismus ini sendiri mencakup semua topik dari A-Z. Menurut aku, referensi ini bagus karena dapat juga sekaligus mengajarkan kepada Antiokhers baru apa ajaran resmi dari Gereja Katolik.
Untuk referensinya bisa ke: http://www.teologi.net/toc.htm. Bagusnya ada link dalam bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. bisa juga http://www.gerejakatolik.net/katekismus/index.htm
Fakta bahwa semakin banyak presenter yang menggunakan presentasi tahun lalu sebagai panduan harus dilihat dengan hati-hati. Setiap tahun topik presentasi yang disajikan sebenarnya sama, yang artinya inti pesan yang ingin disampaikan pun sama. Namun yang membawakan presentasinya setiap tahun berbeda. Inilah yang membuat presentasi di Antiokhia itu unik. Menurutku, presentasi di Antiokhia adalah suatu perenungan diri yang ingin dibagikan dari si presenter mengenai topik yang ingin dijelaskan dan kehidupan dirinya. Topik boleh sama, tetapi sudut pandang dan cerita yang dibawakan berbeda. Oleh karena itu, sharing, seperti yang kita tahu, adalah bagian integral dari bagian presentasi. Kebiasaan untuk men-copy materi tahun lalu dan hanya mengganti cerita sharingnya merupakan kebiasaan yang seharusnya tidak dilakukan.
Kedua hal diatas sangatlah penting dan harus mendapat perhatian. Namun, yang tak kalah pentingnya adalah, bahwa tidak ada satu presentasi atau renungan di Antiokhia yang dapat berdiri sendiri. Semua 13 presentasi / renungan adalah satu rangkaian “benang merah” yang menjadi kesatuan. Sehingga ada baiknya jika si presenter juga mendengar paling tidak satu presentasi sebelum dan sesudah presentasinya, sehingga dapat berpikir “bagaimana presentasi saya dapat mendukung presentasi / renungan lainnya”
Kesimpulannya, persiapan matang dalam hal delivery dan content sangat penting untuk membuat sebuah rangkaian presentasi Antiokhia yang matang dan ujungnya dapat saling mencapai tujuannya yaitu menciptakan Bunga Mawar yang dapat menyebarkan wanginya ke masyarakat sekitar.
Buku besar yang menjadi panduan presentasi banyak yang bilang bahasanya agak terlalu kaku dan mungkin susah dimengerti. Oleh karena itu, aku mempunyai ide untuk mencoba menulis presentasi di buku besar dengan menggunakan topik dan sub-topik yang di buku besar, sehingga tetap dapat menyampaikan pesan yang sama. Tujuannya supaya buku besar ini dapat ditulis dengan bahasa yang lebih dimengerti dengan contoh yang lebih relevan juga. Menurut teman-teman Antiokhers bagaimana? Apakah akan berguna? percuma? atau mungkin ada hal yang perlu ditulis juga? Kalau ada yang ingin membantu, akan sangat disambut :)
WRITER
Emmanuel Jefferson, Peserta WE 3 Antiokhia Kelapa Gading. Mempunyai hobi di musik dan disitulah mengabdikan kebanyakkan waktunya di WE Antiokhia. Pernah nge-team 3x di Antiokhia Gading, 1x di Antiokhia Sunter dan 2x di Antiokhia Bonaventura. Saat ini sibuk bekerja di perusahaan manufaktur makanan di Chicago, Illinois, USA. Selain itu, dia juga aktif sebagai Vice President Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di AS (Permias) - Chicago, Project Manager blog opini national, Waraskita, dan anggota aktif Indonesian Dance of Illinois. Kunjungi jeffersonkuesar.co.nr
|