Nick Vujicic, seorang pria kelahiran Australia 4 Desember 1982, lahir tanpa kaki dan tangan. Kini dia menjadi seorang pendeta dan motivational speaker. Bisakah kita menjadi seperti dia apabila kita terlahir dalam fisik seperti dia? Nick mungkin tidak memiliki mental yang kuat dalam menerima keadaan dirinya, namun dia memiliki iman yang kuat untuk bisa bersyukur dengan apa yang dia miliki, dan berhenti memikirkan pada apa yang tidak ia miliki. Sekedar info, Nick Vujicic pernah memberikan kesaksian di LP Cipinang Jakarta. Well, Nick Vujicic memang bukan seorang antiokhers, tapi ia memiliki semangat yang patut kita acungi jempol dan bisa menjadi teladan kita semua, baik dalam hidup sehari-hari maupun dalam iman.
WRITER
Yofie Setiawan, Peserta Week End 17 Antiokhia Trinitas Cengkareng, Week End Sweet Seventeen. Saat ini kesibukan bekerja sebagai freelance web designer dan developer yang mandiri. Demi tidak mengikuti gerak tari di Antiokhia, dia memilih menjadi gitaris pengiring lagu. Sangat menyukai musik dan design. Senang berkarya di ladang Tuhan terutama di Antiokhia.

Kata Antiokhia berasal dari nama sebuah kota di ASia Kecil di mana Gereja Perdana lahir. Jadi gerakan Antiokhia ini mengambil teladan Gereja Perdana. Week End adalah ujung tombak penyebaran dan pembinaan untuk kaum muda supaya mau membuka dan membekali diri dengan bekal rohani yang mendalam untuk menjadi garam dan terang dunia. Antiokhia merupakan kelompok kategorial berbasis paroki yang mengambil bagian dalam pelayanan gereja lewat gerakan pembinaan iman dan kepribadian kaum muda. 
